Senin, 2 Februari 2015, Pesta Yesus Dipersembahkan di Bait Allah

  1 Feb 2015, 18:00   |  

http://goo.gl/6CTR1h

 

Bacaan dari Nubuat Maleakhi (3:1-4)

Beginilah firman Tuhan semesta alam, 1 "Lihat, Aku menyuruh utusan-Ku, supaya ia memepersiapkan jalan di hadapan-Ku! Tuhan yang kamu cari itu akan dengan mendadak masuk ke bait-Nya. Malaikat perjanjian yang kamu kehendaki itu sesungguhnya, ia datang. 2 Siapakah yang dapat tetap berdiri apabila ia menampakkan diri? Sebab Ia laksana api tukang pemurni logam dan seperti sabun tukang penatu. 3 Ia akan duduk seperti orang yang memurnikan perak; dan Ia mentahirkan orang Lewi, menyucikan mereka seperti emas dan seperti perak, supaya mereka menjadi orang-orang yang mempersembahkan kurban yang benar kepada Tuhan. 4 Maka, persembahan Yehuda dan Yerusalem akan menyenangkan hati Tuhan seperti pada hari-hari dahulu kala, dan seperti tahun-tahun yang sudah-sudah.

Bacaan dari Surat kepada Orang Ibrani (2:14-18)

Saudara-saudara, 14 orang-orang yang dipercayakan Allah kepada Yesus adalah anak-anak dari darah dan daging. Maka, Yesus menjadi sama dengan mereka dan mendapat bagian dalam keadaan mereka, supaya oleh kematian-Nya Ia memusnahkan Iblis yang berkuasa atas maut; 15 dan supaya dengan jalan demikian, Ia membebaskan mereka yang seumur hidupnya berada dalam perhambaan oleh karena takutnya kepada maut. 16 Sebab sesungguhnya, bukan malaikat-malaikat yang Ia kasihani, tetapi keturunan Abraham. 17 Itulah sebabnya dalam segala hal Yesus harus disamakan dengan sudara-saudara-Nya, supaya Ia menjadi Imam Agung yang menaruh belas kasihan, yang setia kepada Allah untuk mendamaikan dosa seluruh bangsa. 18 Karena Ia sendiri telah menderita karena pencobaan, maka Ia dapat menolong mereka yang dicobai.

Mazmur Tanggapan (Mzm 24:7-10)
R: Bukalah pintu hatimu, sambutlah raja Sang Kristus.

  1. Angkatlah kepalamu, hai pintu-pintu gerbang, dan bukalah dirimu lebar-lebar, hai pintu-pintu abadi, supaya masuklah Raja Kemuliaan!
  2. Siapakah itu Raja Kemuliaan? Tuhan yang jaya dan perkasa, [Tuhan yang jaya dan perkasa!] Tuhan yang perkasa dalam peperangan!
  3. Angkatlah kepalamu, hai pintu-pintu gerbang, dan bukalah dirimu lebar-lebar, hai pintu-pintu abadi, supaya masuklah Raja Kemuliaan!
  4. Siapakah itu Raja Kemuliaan? [Dialah Tuhan semesta alam!] Tuhan semesta alam, Dialah Raja Kemuliaan.

Bacaan Injil (Lukas 2:22-40 [Singkat: 2:22-32])

 

22 Ketika genap waktu pentahiran menurut hukum Taurat, Maria dan Yusuf membawa Kanak Yesus ke Yerusalem untuk menyerahkan Dia kepada Tuhan, 23 seperti ada tertulis dalam hukum Tuhan: Semua anak laki-laki sulung harus dikuduskan bagi Allah. 24 Juga mereka datang untuk mempersembahkan kurban menurut apa yang difirmankan dalam hukum Tuha, yaitu sepasang burung tekukur dan dua ekor anak merpati. 25 Adalah di Yerusalem seorang bernama Simeon. Ia seorang yang benar dan saleh hidupnya, yang menantikan penghiburan bagi Israel. Roh Kudus ada di atasnya, 26 dan kepadanya telah dinyatakan oleh Roh Kudus bahwa ia tidak akan mati sebelum melihat Mesias, yaitu Dia yang diurapi Tuhan. 27 Atas dorongan Roh Kudus, Simeon datang ke Bait Allah. Ketika Kanak Yesus dibawa masuk oleh orangtua-Nya untuk melakukan apa yang ditentukan hukum Taurat, 28 Simeon menyambut anak itu dan menatang-Nya sambil memuji Allah, katanya, 29 "Sekarang Tuhan, biarlah hamba-Mu ini pergi dalam damai sejahtera, sesuai dengan firman-Mu, 30 sebab mataku telah melihat keselamatan yang dari pada-Mu, 31 yang telah Engkau sediakan di hadapan segala bangsa, 32 yaitu terang yang menjadi pernyataan bagi bangsa-bangsa lain dan menjadi kemuliaan bagi umat-Mu Israel." 33 Yusuf dan Maria amat heran akan segala sesuatu yang dikatakan tentang Kanak Yesus. 34 Lalu Simeon memberkati mereka dan berkata kepada Maria, ibu Anak itu, "Sesungguhnya Anak itu ditentukan untuk menjatuhkan atau membangkitkan banyak orang di Israel dan untuk menjadi suatu tanda yang menimbulkan perbantahan 35-dan suatu pedang akan menembus jiwamu sendiri--, supaya menjadi nyata pikiran hati banyak orang." 36 Pada waktu itu ada pula di Yerusalem seorang nabi perempuan, anak Fanuel dari suku Asyer, namanya Hana. Ia sudah sangat lanjut umurnya. Sesudah menikah, ia hidup tujuh tahun bersama suaminya, 37 dan sekarang ia sudah janda, berumur delapan puluh empat tahun. Ia tidak pernah meninggalkan Bait Allah, dan siang malam beribadah dengan berpuasa dan berdoa. 38 Pada hari itu Hana pun datang ke Bait Allah dan mengucap syukur kepada Allah, serta berbicara tentang Kanak Yesus kepada semua orang yang menanti kelepasan untuk Yerusalem. 39 Setelah menyelesaikan semua yang harus dilakukan menurut hukum Tuhan, kembalilah Maria dan Yusuf beserta Kanak Yesus ke kota kediamaan mereka, yaitu Kota Nazaret di Galilea. 40 Anak itu bertambah besar dan menjadi kuat, penuh hikmat, dan kasih karunia Allah ada pada-Nya.

Lihat Juga:

Renungan Harian Lainnya...  Kembali

Jadwal Misa Rutin

Sabtu Pukul 16:30
  Pukul 19:00
 
Minggu Pukul 06:30
  Pukul 09:00
  Pukul 11:30
  Pukul 16:30
  Pukul 19:00

Selengkapnya

Kalender Liturgi